Level Marketing (MLM) secara umum adalah model pemasaran yang menggunakan mata
rantai Up Line- Down Line dengan memotong jalur distribusi. Menurut APLI
(Asosiasi Pengusaha Langsung Indonesia)
saat ini terdapat lebih 200-an perusahaan yang menggunakan sistem MLM dengan
kharakteristik, pola dan sistem tersendiri.
Dalam mengkaji hukum halal-haramnya MLM dibutuhkan pendekatan yang lebih
mendalam. Dimulai dari manajemen perusahaannya, sistem marketingnya, kegiatan
operasionalnya serta produk yang dijualnya apakah sesuai dengan prinsip dalam
syariah. Hal ini untuk menghindari kesalahan penilaian suatu bisnis yang
menilai hanya berdasarkan satu sisi kegiatan operasionalnya saja tanpa menilai
sistemnya secara keseluruhan.
Hal yang perlu diketahui dalam menilai suatu bisnis/ jual-beli yang sesuai
dengan ketentuan Syariah (Standar 4+5):
Standar Moral dalam Berbisnis (Haedar Naqvi)
1. Tauhid
2. Kebebasan
3. Keadilan
4. Tanggung Jawab
Standar Operasional dalam Berbisnis
1. Menghindari segala praktik Riba
2. Menghindari Gharar (ketidakjelasan kontrak/ barang)
3. Menghindari Tadlis (Penipuan)
4. Menghindari perjudian (spekulasi/Maysir)
5. Menghindari kezaliman dan eksploitatif
Dalam sebuah catatan kritis tentang MLM, Robert L.Fitzpatrick dan Joyce K.
Reynolds menulis: Penjualan langsung secara eceran ke konsumen merupakan cara
kuno, bukan tren masa depan. Justru ini adalah sistem
penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Selain itu perlu diperhatikan
lagi bahwa daya tarik paling menyolok dari Industri MLM sebagaimana yang
disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri
materialisme-nya.
Banyak sekali yang salah paham dan langsung berpikiran
Negatif begitu mendengar kata tentang Multi Level Marketing atau tentang
Network Marketing.
Sebenarnya kunci Kekayaan Perusahaan terletak pada sistem
Jaringan dan sudah terbukti dengan banyaknya Franchise di dunia ini. Dan bahkan
Perusahaan Telekomunikasi saja, menggunakan sistem Jaringan.
Saya mendapatkan Email dari salah satu keluarga yang
menjalankan usaha Multi Level Marketing, mereka menanyakan hal yang sama
tentang pemikiran Negatif seseorang terhadap kata "MLM” sehingga sangat susah
untuk memberikan pemasukkan dan memberikan jalan keluar agar seseorang
mendapatkan Pasif Income.
Memang tidak mudah untuk memprospek seseorang agar dapatmasuk kedalam Bisnis Multi Level Marketing,dibutuhkan Kegigihan dan Pengertian
terlebih dahulu.
Saya akan membagikan Informasi yang dimana mungkin Anda sebagai pelaku Bisnis Multi Level Marketing dapat menjelaskan kepada Calon Prospek Bisnis Anda dengan baik dan benar, yaitu mengenai :
1. MLM menyediakan Penghasilan tanpa batas. Adalah suatu fakta,
di masyarakat ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Finansial”. Mereka miskin Uang. Bisnis MLM serius dan tulus
mengajak para Distributor mencapai kemerdekaan finansial, karena bisnis ini
memberikan penghasilan tidak terbatas. Perusahaan MLM tidak menghendaki
distributor mengalami kerugian atau menjadi pecundang, sebab kerugian
distributor adalah juga kerugian perusahaan.
MLM berbeda dengan bisnis konvensional atau profesi lain.
Bekerja di instansi mana pun, gaji sudah ditetapkan setiap bulan. Ini pun tidak
semua orang mendapatkan penghasilan lumayan. Begitu pula di bisnis
konvensional. Di bisnis ini, para pengecer memamg meraih keuntungan besar.
Tetapi kenyataan menunjukkan, pengecer tidak pernah kaya dari keuntungannyanya.
Pasalnya, seluruh omzetnya sedikit, karena kapasitas menjual eceran memiliki
keterbatasan tenaga dan waktu. Justru, prinsip MLM adalah memberikan hasil
besar kepada siapa saja yang lebih banyak menjual, lebih banyak mengajak, dan
membangun organisasi jaringan lebih baik.
2. MLM mengatasi Keterbatasan Pendidikan. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Pendidikan”. Miskin sekolah. MLM justru memberikan "Kemerdekaan Pendidikan", karena
bisnis ini tidak membatasi tingkat pendidikan dan pengalaman seseorang.
Terjun ke bisnis MLM tidak membutuhkan latar belakang
pendidikan dan pengalaman. Apa pun latar belakang seseorang, bila hari ini
bergabung menjadi distributor, pada hari itu pula ia dapat memulai usahanya.
Tidak ada istilah harus melewati proses percobaan dulu, tetapi langsung jalan.
Karena Bisnis MLM menghargai prestasi, bukan ijasah.
3. MLM menyediakan Jenjang Karir, adalah suatu fakta, di masyarakat
ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Karir”. Miskin profesi. Justru MLM adalah sebuah gelombang masa
depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. MLM adalah sebuah pilihan atau
alternatif yang menyediakan "Kemerdekaan
Karir". Karena di bisnis MLM ada jenjang karir. Setiap orang
merdeka memilih jenjang karir yang diinginkannya.
Banyak unsur sosial dalam bisnis MLM. Bisnis ini
tidak mengenal istilah "di sini tidak ada lowongan". Justru bisnis ini
mengundang banyak orang untuk bergabung. Pasalnya, prestasi seseorang tidak
ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi, melainkan omzet kelompik yang besar.
Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktifitas dan
berkarier.
Tidak dapat dipungkiri, bisnis MLM senantiasa membuka
pintu selebar-lebarnya terhadap siapa pun yang gagal masuk ke sebuah instansi
atau perusahaan konvensional. Terbuka kesempatan bagi mereka yang "kalah”
duluan lantaran tidak memiliki keahlian atau pendidikan memadai.
Di bisnis MLM, siapa saja memiliki peluang yang sama
mencapai jenjang karir tertentu. Tidak ada alasan bahwa yang memiliki ijasah
sarjana akan menempati jenjang karir lebih tinggi dibanding lulusan SMA, SMP,
SD, atau orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Bisnis MLM tidak butuh banyak teori dan hanya Take
Action. Sama seperti Anda menceritakan sebuah Film yang bagus kepada teman Anda
dan merekomendasikan kepada teman Anda untuk menonton Film tersebut. Apakah
dibutuhkan suatu skill tersendiri untuk merekomendasikan sebuah film kepada
teman Anda?.
4. MLM memberikan Nilai-nilai Spiritual. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada
yang mengalami "Kemiskinan Rohani".
Miskin rohani. Padahal, adalah sebuah kenyataan bahwa setiap manusia butuh
sehat bukan saja isi kantongnya, tetapi yang lebih penting segi rohaninya. Bila
bisnis MLM dikerjakan dengan amal ibadah, seseorang akan mengalami kemerdekaan
rohani.
Budaya bisnis MLM tidak membelokkan banyak orang dari
nilai-nilai pribadinya atau membelokkan aspirasi seeorang untuk mengekspresikan
bakatnya. Justru MLM memperkuat nilai-nilai pribadi dan mengembangkan aspirasi
seseorang mengekspresikan bakatnya. MLM justru mendorong seseorang mengandalkan
kekuatan fokus untuk mencapai impiannya.
5. MLM membangun Mentalitas. Adalah suatu fakta,
di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Mental". Miskin kepribadian. Di bisnis MLM selalu ada
pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan.
Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli kata
orang, dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat.
MLM memberikan
kesempatan untuk mengembangkan kepribadian serta meningkatkan rasa
percaya diri. Distributor yang terlatih menghadapi berbagai rintangan akan
membuat dirinya semakin tangguh. Rasa percaya dirinya semakin kuat.
6. MLM memperkokoh tingkat emosional, adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Emosional". Dari bisnis MLM seseorang
bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan
ketabahan sehingga emosi terkontrol.
Di MLM, orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Sebab, setiap saat distributor selalu bercerita, menjelaskan, dan memberikan
presentasi tentang bisnis yang dijalankan. Seseorang yang tadinya pemalu dan
tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir
berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari distributor.
7. Kenapa semua Perusahaan yang bergerak dalam bidang MLM selalu menjual Healthty
Product (Produk Kesehatan) ?. Karena tujuan MLM membangun kesehatan.
Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan Kesehatan’. Miskin sehat.
MLM mendorong para distributor mencapai "Kemerdekaan
Kesehatan", karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.
8. MLM dapat meningkatkan persaudaraan. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Sosial". Miskin relasi, teman, dan silaturahmi. MLM menjadi
jembatan untuk mencapai "Kemerdekaan
Sosial", karena bisnis ini senantiasa menambah persaudaraan
dan memiliki banyak teman.
Melalui bisnis ini MLM, seseorang dijamin tidak mengalami
kemiskinan sosial. Bahkan, unsur tolong-menolong sangat kental di bisnis ini.
Jangan heran bila sponsor dan orang yang disponsori menjadi sangat banyak.
9. MLM dapat memberikan kebebasan waktu. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Waktu". Ia terikat atau dibatasi waktu. MLM memberikan "Kemerdekaan Waktu", karena bisnis ini
memberikan kebebasan menggunakam waktu sesuka hati.
Bisnis MLM tidak memiliki deadline pada pukul berapa
seseoranng harus mulai bekerja. Dalam dunia kerja konvensional, sebut saja
entah itu pegawai negeri atau swasta, jam weker acap memberi peringatan : pukul
sekian Anda harus mulai bekerja. Bisnis MLM berjalan tanpa jam weker!.
10. MLM dapat memberikan kesempatan pensiun. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Masa Depan". MLM memberikan kesempatan pensiun muda, kaya,
dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan
dan support system. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas.
MLM sebagai sebuah bisnis masa depan sulit
dibantah. Kini banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang melirik bahkan
menganggap MLM sebagai alternatif yang sangat menguntungkan. Sehingga saat ini
Franchise System mulai menjamur keseluruh dunia.
Bisnis MLM memamg memberikan alternatif bisnis sendiri.
Nyatanya, untuk bergabung menjadi distributor MLM, peserta cukup memiliki uang
pendaftaran yang tidak terlalu mahal. Pengeluaran ini sekedar pengganti biaya
formulir, pembuatan kartu anggota, serta penggantian ongkos cetak brosur dan
leaflet. Sesudah itu, untuk menjalankan bisnisnya, ia membeli produk sebagai
sampel berjualan atau dikonsumsi sendiri. Ia tidak perlu mengeluarkan modal
sebesar menderikan sebuah perusahaan.
Bila Anda perhatikan dalam setiap Penjelasan dan
Informasi yang kami berikan, kami juga memasukkan 10 kemiskinan manusia saat ini yaitu :
01. Kemiskinan Finansial.
02. Kemiskinan Pendidikan.
03. Kemiskinan Karir.
04. Kemiskinan Rohani.
05. Kemiskinan Mental.
06. Kemiskinan Emosional/Perasaan.
07. Kemiskinan Kesehatan.
08. Kemiskinan Sosial.
09. Kemiskinan Waktu.
10. Kemiskinan Masa Depan.
Semoga "10 Kelebihan
Multi Level Marketing atau Network Marketing” dan "10 Kemiskinan Manusia" diatas dapat bermanfaat memberikan Anda sebuah Informasi yang sangat berharga dan dapat merubah :
Image (Cara Pandang) dan MindSet (Cara Berpikir) Anda sebagai Pebisnis MLM
dalam Memprospek Clients Anda dan begitu juga sebaliknya Anda sebagai Clients
dapat terbuka wawasan Anda akan Images (Cara Pandang) dan MindSet (Cara
Berpikir) Anda mengenai Multi Level Marketing atau Network Marketing.
"10 Kelebihan Multi Level Marketing atau Network
Marketing”
1. MLM menyediakan Penghasilan tanpa batas. Adalah suatu fakta,
di masyarakat ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Finansial”. Mereka miskin Uang. Bisnis MLM serius dan tulus
mengajak para Distributor mencapai kemerdekaan finansial, karena bisnis ini
memberikan penghasilan tidak terbatas. Perusahaan MLM tidak menghendaki
distributor mengalami kerugian atau menjadi pecundang, sebab kerugian
distributor adalah juga kerugian perusahaan.
MLM berbeda dengan bisnis konvensional atau profesi lain.
Bekerja di instansi mana pun, gaji sudah ditetapkan setiap bulan. Ini pun tidak
semua orang mendapatkan penghasilan lumayan. Begitu pula di bisnis
konvensional. Di bisnis ini, para pengecer memamg meraih keuntungan besar.
Tetapi kenyataan menunjukkan, pengecer tidak pernah kaya dari keuntungannyanya.
Pasalnya, seluruh omzetnya sedikit, karena kapasitas menjual eceran memiliki
keterbatasan tenaga dan waktu. Justru, prinsip MLM adalah memberikan hasil
besar kepada siapa saja yang lebih banyak menjual, lebih banyak mengajak, dan
membangun organisasi jaringan lebih baik.
2. MLM mengatasi Keterbatasan Pendidikan. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Pendidikan”. Miskin sekolah. MLM justru memberikan "Kemerdekaan Pendidikan", karena
bisnis ini tidak membatasi tingkat pendidikan dan pengalaman seseorang.
Terjun ke bisnis MLM tidak membutuhkan latar belakang
pendidikan dan pengalaman. Apa pun latar belakang seseorang, bila hari ini
bergabung menjadi distributor, pada hari itu pula ia dapat memulai usahanya.
Tidak ada istilah harus melewati proses percobaan dulu, tetapi langsung jalan.
Karena Bisnis MLM menghargai prestasi, bukan ijasah.
3. MLM menyediakan Jenjang Karir, adalah suatu fakta, di masyarakat
ada orang yang mengalami "Kemiskinan
Karir”. Miskin profesi. Justru MLM adalah sebuah gelombang masa
depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. MLM adalah sebuah pilihan atau
alternatif yang menyediakan "Kemerdekaan
Karir". Karena di bisnis MLM ada jenjang karir. Setiap orang
merdeka memilih jenjang karir yang diinginkannya.
Banyak unsur sosial dalam bisnis MLM. Bisnis ini
tidak mengenal istilah "di sini tidak ada lowongan". Justru bisnis ini
mengundang banyak orang untuk bergabung. Pasalnya, prestasi seseorang tidak
ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi, melainkan omzet kelompik yang besar.
Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktifitas dan
berkarier.
Tidak dapat dipungkiri, bisnis MLM senantiasa membuka
pintu selebar-lebarnya terhadap siapa pun yang gagal masuk ke sebuah instansi
atau perusahaan konvensional. Terbuka kesempatan bagi mereka yang "kalah”
duluan lantaran tidak memiliki keahlian atau pendidikan memadai.
Di bisnis MLM, siapa saja memiliki peluang yang sama
mencapai jenjang karir tertentu. Tidak ada alasan bahwa yang memiliki ijasah
sarjana akan menempati jenjang karir lebih tinggi dibanding lulusan SMA, SMP,
SD, atau orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Bisnis MLM tidak butuh banyak teori dan hanya Take
Action. Sama seperti Anda menceritakan sebuah Film yang bagus kepada teman Anda
dan merekomendasikan kepada teman Anda untuk menonton Film tersebut. Apakah
dibutuhkan suatu skill tersendiri untuk merekomendasikan sebuah film kepada
teman Anda?.
4. MLM memberikan Nilai-nilai Spiritual. Adalah suatu fakta, di masyarakat ada
yang mengalami "Kemiskinan Rohani".
Miskin rohani. Padahal, adalah sebuah kenyataan bahwa setiap manusia butuh
sehat bukan saja isi kantongnya, tetapi yang lebih penting segi rohaninya. Bila
bisnis MLM dikerjakan dengan amal ibadah, seseorang akan mengalami kemerdekaan
rohani.
Budaya bisnis MLM tidak membelokkan banyak orang dari
nilai-nilai pribadinya atau membelokkan aspirasi seeorang untuk mengekspresikan
bakatnya. Justru MLM memperkuat nilai-nilai pribadi dan mengembangkan aspirasi
seseorang mengekspresikan bakatnya. MLM justru mendorong seseorang mengandalkan
kekuatan fokus untuk mencapai impiannya.
5. MLM membangun Mentalitas. Adalah suatu fakta,
di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Mental". Miskin kepribadian. Di bisnis MLM selalu ada
pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan.
Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli kata
orang, dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat.
MLM memberikan
kesempatan untuk mengembangkan kepribadian serta meningkatkan rasa
percaya diri. Distributor yang terlatih menghadapi berbagai rintangan akan
membuat dirinya semakin tangguh. Rasa percaya dirinya semakin kuat.
6. MLM memperkokoh tingkat emosional, adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Emosional". Dari bisnis MLM seseorang
bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan
ketabahan sehingga emosi terkontrol.
Di MLM, orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Sebab, setiap saat distributor selalu bercerita, menjelaskan, dan memberikan
presentasi tentang bisnis yang dijalankan. Seseorang yang tadinya pemalu dan
tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir
berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari distributor.
7. Kenapa semua Perusahaan yang bergerak dalam bidang MLM selalu menjual Healthty
Product (Produk Kesehatan) ?. Karena tujuan MLM membangun kesehatan.
Adalah suatu fakta, di masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan Kesehatan’. Miskin sehat.
MLM mendorong para distributor mencapai "Kemerdekaan
Kesehatan", karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.
8. MLM dapat meningkatkan persaudaraan. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Sosial". Miskin relasi, teman, dan silaturahmi. MLM menjadi
jembatan untuk mencapai "Kemerdekaan
Sosial", karena bisnis ini senantiasa menambah persaudaraan
dan memiliki banyak teman.
Melalui bisnis ini MLM, seseorang dijamin tidak mengalami
kemiskinan sosial. Bahkan, unsur tolong-menolong sangat kental di bisnis ini.
Jangan heran bila sponsor dan orang yang disponsori menjadi sangat banyak.
9. MLM dapat memberikan kebebasan waktu. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Waktu". Ia terikat atau dibatasi waktu. MLM memberikan "Kemerdekaan Waktu", karena bisnis ini
memberikan kebebasan menggunakam waktu sesuka hati.
Bisnis MLM tidak memiliki deadline pada pukul berapa
seseoranng harus mulai bekerja. Dalam dunia kerja konvensional, sebut saja
entah itu pegawai negeri atau swasta, jam weker acap memberi peringatan : pukul
sekian Anda harus mulai bekerja. Bisnis MLM berjalan tanpa jam weker!.
10. MLM dapat memberikan kesempatan pensiun. Adalah suatu fakta, di
masyarakat ada yang mengalami "Kemiskinan
Masa Depan". MLM memberikan kesempatan pensiun muda, kaya,
dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan
dan support system. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas.
MLM sebagai sebuah bisnis masa depan sulit
dibantah. Kini banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang melirik bahkan
menganggap MLM sebagai alternatif yang sangat menguntungkan. Sehingga saat ini
Franchise System mulai menjamur keseluruh dunia.
Bisnis MLM memamg memberikan alternatif bisnis sendiri.
Nyatanya, untuk bergabung menjadi distributor MLM, peserta cukup memiliki uang
pendaftaran yang tidak terlalu mahal. Pengeluaran ini sekedar pengganti biaya
formulir, pembuatan kartu anggota, serta penggantian ongkos cetak brosur dan
leaflet. Sesudah itu, untuk menjalankan bisnisnya, ia membeli produk sebagai
sampel berjualan atau dikonsumsi sendiri. Ia tidak perlu mengeluarkan modal
sebesar menderikan sebuah perusahaan.
Bila Anda perhatikan dalam setiap Penjelasan dan
Informasi yang kami berikan, kami juga memasukkan 10 kemiskinan manusia saat ini yaitu :
"10 Kemiskinan Manusia”
01. Kemiskinan Finansial.
02. Kemiskinan Pendidikan.
03. Kemiskinan Karir.
04. Kemiskinan Rohani.
05. Kemiskinan Mental.
06. Kemiskinan Emosional/Perasaan.
07. Kemiskinan Kesehatan.
08. Kemiskinan Sosial.
09. Kemiskinan Waktu.
10. Kemiskinan Masa Depan.
Semoga "10 Kelebihan
Multi Level Marketing atau Network Marketing” dan "10 Kemiskinan Manusia" diatas dapat bermanfaat memberikan Anda sebuah Informasi yang sangat berharga dan dapat merubah :
Image (Cara Pandang) dan MindSet (Cara Berpikir) Anda sebagai Pebisnis MLM
dalam Memprospek Clients Anda dan begitu juga sebaliknya Anda sebagai Clients
dapat terbuka wawasan Anda akan Images (Cara Pandang) dan MindSet (Cara
Berpikir) Anda mengenai Multi Level Marketing atau Network Marketing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar